Konferensi Pembelajaran Ketiga MTsN 1 Pandeglang: Membebaskan Pikiran, Membangkitkan Jiwa
- Yahya Zulfikri
- Artikel , Berita Utama , Inovasi Pendidikan
- 29 Januari 2026
- 05 Menit baca
-
Pandeglang, 29-30 Januari 2026 – Aula PSBB MTsN 1 Pandeglang dipenuhi energi transformatif pagi ini. Ratusan pendidik, akademisi, dan praktisi pendidikan berkumpul dalam gelaran akbar The 3rd Learning Conference MTsN 1 Pandeglang yang mengangkat tema monumental: “Deep Learning and Love-Based Curriculum: Liberating the Mind, Awakening the Soul”.
Konferensi dua hari ini bukan sekadar pertemuan rutin tahunan, melainkan sebuah gerakan pembaruan pendidikan yang menempatkan kedalaman pembelajaran dan cinta sebagai fondasi utama dalam membentuk generasi masa depan.
Pembelajaran Mendalam dengan Sentuhan Cinta
MTsN 1 Pandeglang kembali membuktikan komitmennya sebagai pelopor inovasi pendidikan di Banten. Setelah sukses menyelenggarakan dua konferensi pembelajaran sebelumnya, tahun ini madrasah kebanggaan kita menghadirkan konsep yang lebih revolusioner: memadukan kedalaman pemahaman (deep learning) dengan kurikulum berbasis cinta (love-based curriculum).
Kepala MTsN 1 Pandeglang, H. Eman Sulaiman, S.Ag., M.Pd., dalam sambutan pembukaannya menegaskan visi besar di balik penyelenggaraan konferensi ini.
“Pendidikan sejati bukan hanya tentang transfer pengetahuan, tetapi tentang transformasi jiwa. Kita ingin melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki hati yang penuh kasih sayang, empati, dan semangat untuk berkontribusi bagi kemanusiaan.”
— H. Eman Sulaiman, S.Ag., M.Pd. (Kepala MTsN 1 Pandeglang)
Narasumber Berkelas Dunia dan Nasional
Konferensi tahun ini menghadirkan jajaran pembicara luar biasa yang membawa perspektif global dan lokal sekaligus:
Keynote Speaker: Pemimpin Visioner
H. Lukmanul Hakim, S.Ag., M.Si – Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pandeglang, membuka konferensi dengan memaparkan pentingnya sinergi antara kebijakan pemerintah dan inovasi di tingkat satuan pendidikan. Beliau menekankan bahwa madrasah harus menjadi laboratorium pembaruan pendidikan yang berani mengambil langkah progresif.
Distinguished Speakers: Inspirasi dari Berbagai Penjuru
-
Dr. Itje Chodidjah, M.A – Pakar Pendidikan Nasional dan Ketua Eksekutif Komisi Nasional Indonesia untuk UNESCO 2021-2025
Sebagai tokoh pendidikan nasional yang berpengaruh, Dr. Itje membawa diskusi ke ranah kebijakan dan praktik terbaik pendidikan Indonesia. Beliau mengupas tuntas tentang bagaimana kurikulum berbasis cinta dapat menjadi kunci untuk mengatasi krisis karakter dan meningkatkan kualitas pembelajaran di era digital.
-
Kai Tammik, M.A – Pakar Pendidikan dari Estonia (Eropa Utara)
Sesi pertama menghadirkan perspektif internasional dari negara dengan sistem pendidikan terbaik di dunia. Melalui Zoom Meeting langsung dari Tallinn, Estonia, Kai Tammik membagikan pengalaman Estonia dalam menerapkan pembelajaran berbasis kompetensi dan teknologi yang tetap mengutamakan kesejahteraan siswa.
“Pendidikan yang baik adalah pendidikan yang membebaskan siswa untuk berpikir kritis, bukan sekadar menghafalkan fakta. Dan semua itu harus dilakukan dengan penuh cinta dan respek terhadap keunikan setiap anak,” ujar Tammik dalam paparannya yang mendapat sambutan antusias.
Dengan pengalaman panjangnya di kancah pendidikan internasional, Dr. Itje menekankan bahwa Indonesia memiliki kekayaan nilai lokal yang bisa menjadi modal utama dalam mengembangkan model pembelajaran yang humanis dan bermakna.
Hari Penuh Pencerahan
Materi Pertama: Liberating the Mind (Membebaskan Pikiran)
Dr. Itje Chodidjah membuka hari kedua dengan ceramah inspiratif tentang esensi cinta dalam pendidikan. Beliau mengajak para pendidik untuk merefleksikan kembali motivasi terdalam mereka dalam mengajar: apakah sekadar menggugurkan kewajiban, atau benar-benar ingin mengubah hidup anak didik?
“Kurikulum berbasis cinta bukan berarti memanjakan siswa atau menurunkan standar. Justru sebaliknya, ini adalah tentang memiliki ekspektasi tinggi terhadap mereka karena kita percaya pada potensi luar biasa yang mereka miliki. Cinta yang sejati mendorong, bukan membiarkan.”
— Dr. Itje Chodidjah, M.A (Pakar Pendidikan Nasional)
Sesi pagi dimulai dengan keynote speech yang menggugah semangat, dilanjutkan dengan presentasi dari Kai Tammik yang memukau peserta dengan pendekatan pedagogi kreatif dan berbasis riset. Para peserta tampak terpukau dengan contoh-contoh nyata bagaimana sekolah-sekolah di Estonia memberikan kebebasan kepada siswa untuk mengeksplorasi minat mereka sambil tetap memastikan pencapaian kompetensi inti.
Sesi siang menghadirkan workshop interaktif dimana para guru dibagi dalam kelompok-kelompok kecil untuk merancang strategi pembelajaran mendalam yang dapat diterapkan di kelas masing-masing. Diskusi berlangsung hangat dan produktif, dengan banyak ide segar bermunculan.
Materi Kedua: Awakening the Soul (Membangkitkan Jiwa)
Sesi penutup berupa panel diskusi yang mempertemukan ketiga narasumber utama dengan moderasi dari Tim Akademik MTsN 1 Pandeglang. Para peserta antusias mengajukan pertanyaan tentang implementasi praktis dari konsep-konsep yang telah dipaparkan.
Dampak Nyata bagi Ekosistem Pendidikan
Konferensi ini meninggalkan beberapa poin penting yang akan membawa perubahan signifikan:
-
Paradigma Baru: Pendidik mulai melihat pembelajaran bukan sebagai proses mekanis, tetapi sebagai perjalanan transformatif yang melibatkan pikiran dan hati.
-
Jaringan Kolaborasi: Terbangunnya komunitas belajar antar madrasah dan sekolah yang berkomitmen menerapkan deep learning dan love-based curriculum.
-
Rencana Aksi Konkret: Setiap peserta pulang dengan action plan yang jelas untuk diterapkan di institusi masing-masing.
-
Inspirasi Global-Lokal: Pemahaman bahwa pendidikan berkualitas bisa lahir dari memadukan wisdom global dengan kearifan lokal.
Komitmen Berkelanjutan
H. Eman Sulaiman menegaskan bahwa konferensi ini adalah bagian dari roadmap jangka panjang MTsN 1 Pandeglang dalam menjadi pusat keunggulan pendidikan (center of excellence).
“Kami tidak berhenti di sini. Konferensi pembelajaran akan terus kami gelar setiap tahun dengan tema-tema yang relevan dan menantang. Lebih dari itu, kami akan memastikan bahwa setiap insight yang diperoleh dari konferensi ini benar-benar diimplementasikan dalam praktik pembelajaran sehari-hari,” tegasnya dengan penuh keyakinan.
Apresiasi untuk Semua PiKnowledge hak
Kesuksesan The 3rd Learning Conference tidak terlepas dari dukungan berbagai pihak:
- Kementerian Agama Kabupaten Pandeglang atas dukungan kebijakan dan pendanaan.
- Para Narasumber Luar Biasa yang telah berbagi ilmu dan pengalaman berharga.
- Tim Akademik dan Panitia MTsN 1 Pandeglang yang bekerja tanpa kenal lelah.
- Seluruh Peserta dari berbagai institusi pendidikan yang hadir dengan semangat belajar tinggi.
- Komite Madrasah dan Orang Tua Siswa atas dukungan moril yang luar biasa.
Menatap Masa Depan Pendidikan Indonesia
Dengan berakhirnya konferensi dua hari ini, benih-benih pembaruan telah disemai. Kini tugas kita bersama adalah merawat dan menumbuhkan benih tersebut menjadi pohon besar yang menaungi generasi masa depan.
MTsN 1 Pandeglang telah membuktikan bahwa madrasah bisa menjadi motor penggerak transformasi pendidikan yang bermakna. Dengan terus berinovasi dan berkolaborasi, mimpi untuk melahirkan generasi yang cerdas, berkarakter, dan penuh kasih sayang bukan lagi sekadar utopia.
Mari Bersama Membebaskan Pikiran dan Membangkitkan Jiwa
Bagaimana kesan Bapak/Ibu tentang The 3rd Learning Conference ini? Apakah ada topik khusus yang ingin diangkat di konferensi mendatang? Sampaikan pendapat Anda di kolom komentar! Mari terus bergandengan tangan untuk pendidikan Indonesia yang lebih baik.
Tim Redaksi:
- Penulis: Yahya Zulfikri
- Editor: Tim Humas MTsN 1 Pandeglang
- Whatsapp: WhatsApp PTSP
- Instagram: @mtsn1_pandeglang
Dr Itje.. [Mengobarkan Semangat Pengabdian Menjadi Pendidik yang menuntun nalar dan nurani di era Disrupsi]
Notes Materi:
-
Materi Tentang Wajibnya Menjawab Salam.
-
Menanamkan Moral kepada Anak. serta memberikan contoh sikap.
-
Pendidikan Anak Usia Dini - SMP/MTs (Usia )
-
Masuk Kelas Harus Punya Tujuan.
-
Bekerja Jangan Hanya untuk mendapatkan pamor sekolahan, melainkan rasa tanggung jawab mendidik peserta didik.
-
Menurangi materi sebanyak-banyaknya untuk mengoptimalisasi
-
Tidak Menjual Knowledge
-
konsentrasi dalam belajar [segala informasi dapat diserap dan r] iramu dalam otak
Refleksi
- Ruang kelas yamng semakin “Pintar” tetapi manusia di dalamnya semakin lelah, tergesa, dan terukur angka.
- Apakah Kita Masih menfidik atau hanya mengelola targer?
- Bagaimana anda menggugat diri anda sendiri sebagai seorang pendidik.
- Dalam setahun berapa jam kita benar-benar menuntun, bukan mendorong
- Pendidikan bukan rentang seberapa cepat anak sampai, tetapi seberapa manusia itu tumbuh.
- Disiplin bukan sekedar perintah dan larangan.
- silakan menulis 1 kata atau frasa yang menggambarkan perasaan mereka sebagai pendidik hari ini..
FAQ Materi 1
Paragraf
FAQ Materi 2
Paragraf
FAQ Materi 3
Paragraf